15 Februari 2008

Donat

Ingredients:
400 gr tepung cakra
100 gr tepung segitiga biru
6 gr ragi instant
200 ml air
40 gram margarine/butter
65 ml susu cair
50 gr kuning telur
2 gr baking powder


Directions:
1. campur semua bahan kering, masukkan kuning telur, susu cair dan sebagian air, aduk perlahan
2. masukkan margarin, uleni hingga kalis
3. istirahatkan adonan selama 10 menit
4. roll adonan, cetak dengan cetakan donut
5. istirahatkan adonan selama 30-40 menit
6. goreng dengan minyak yang banyaaaaak.....sampai kuning keemasan ...

Nagasari Potong

Ingredients :

200 gr tepung beras
3 sdm tepung sagu tani
375 ml air
650 ml santan agak kental
1 sdt garam
3 sdm gula pasir
2 lbr daun pandan, sobek-sobek, simpulkan
4 buah pisang raja, kukus sebentar iri 1 cm

Directions:

1. Alasi loyang dengan daun pisang hingga melewati pinggir loyang..siapkan kukusan ...sisihkan
2. Aduk tepung beras, tepung sagu, dan air
3. Rebus dan aduk santan bersama garam, gula dan pandan. Tambahkan larutan tepung, aduk hingga mendidih dan meletup-letup. Buang daun pandan, masukkan pisang aduk rata
4. Tuang adonana ke dalam loyang. Ratakan adonan dengan punggung sendok atau sepotong kecil daun pisang. Tutup dengan selembar daun pisang
5. Kukus hingga matang lebih kurang 20 menit

Brownies Kukus

Ingredients :

200 gram Tepung terigu segitiga
400 gram gula pasir
8 butir telur
1/2 kaleng susu kental manis cokelat
300 ml minyak goreng
1/2 botol pasta mocca
1/2 ons cokelat bubuk
1/2 sdt vanili
1 sdm SP
1/2 sdt garam
cokelat beras/messes secukupnya

Directions :

1.Ayak tepung terigu, cokelat bubuk dan SP sisihkan.
2.Kocok telur dan gula sampai larut masukkan bahan kering aduk rata, tambahkan susu kental, pasta mocca, vanili dan garam,
terakhir masukkan minyak goreng, campur rata,bagi menjadi 2 adonan.
3.Masukkan dalam loyang ukuran 22x22 cm yang telah dioles margarin tipis dan dialasi kertas roti.
4.Masukan adonan pertama, kukus selama 15 menit dengan api kecil,
setelah permukaan kering taburi dengan messes, taburi almond kepingan yang sudah diremukkan ..masukkan adonan kedua,
5.Kukus +/- 30 menit ato hingga matang.

Analisa Kerusakan Monitor (Troubleshoting)

Gejala yang ditimbulkan Kerusakan komponen
Raster satu garis horizontal C Vertical, Yoke Defleksi.
Gambar turun naik tidak berhenti Card Adapter, Kabel Data, IC Oscilator Vertical, rimpot V-Hold.
Gambar memendek ketengah IC Vertical, Trimpot V-Size.
Gambar terlalu keatas atau ke bawah Trimpot V-Hold, Trimpot V-Line.
Gambar melebar bagian atas atau bawah Trimpot V-Hold,Trimpot V-Line, Trimpot V- Size
Gambar memanjang bagian atas atau bawah Trimpot V-Hold, Trimpot V-Line, Trimjpot V-Size

4.Daftar Kerusakan RGB

Gejala yang ditimbulkan Kerusakan Komponen
Tidak ada warna Card Adafter, IC RGB
Gambar tidak keluar atau kurang jelas Card Adafer, IC RGB
Gambar tidak kelihatan tapi raster terang Card Adafter, IC RGB, Trimpot RGB
Warna gambar tidak lengkap/warna dasar Card Adafter, IC RGB, Trimpot RGB, Transistor RGB, CRT.

5. Daftar Kerusakan Yoke

Gejala yang ditimbulkan Kerusakan Komponen
Raster satu garis horizontal/vertikal Yoke Defleksi
Gambar travesium Yoke Defleksi
Gambar berbentuk lingkaran Posisi Yoke kurang maju kedepan.
Gambar miring ke kiri atau ke kanan Posisi Yoke Defleksi terlalu miring.
Indikator hidup l;ayar gelap Yoke Defleksi

6. Daftar Kerusakan CRT

Gejala yang ditimbulkan Kerusakan Komponen
Indikator hidup layar gelap CRT, lihat kerusakan horizontal.
Filamen tidak menyala CRT, telusuri pembagian tegangan filamen.
Gambar redup tidak kelihatan CRT, naikkan tegangan filamen.
Pada saat power diOFF kan ada cahaya dilayar seperti korek api CRT.
Ada blanking berwarna merah/hijau/biru CRT.
Ada bercak-bercak warna pada layar Hilangkan dengan magnet Degausing. Biografi Penulis
Nama Penulis. saya adalah putra riau,saya dilahirkan didumai pada tanggal 29 maret 1982,selama pendidikan saya di pekanbaru,kemudian saya pindah ke lampung untuk memasuki kuliah komputer,saya kuliah d3 dcc bandar lampung kemudian saya melanjutkan di darmajaya sambil menjadi asisten laboraturium dan membantu dosen dalam mengajar.saya ingin membagi ilmu dengan teman teman pembaca semua.semoga saling tukar ilmu akan bermanfaat buat kita.

05 Februari 2008

Struktur D3 TKJ Batang

STRUKTUR KEPENGURUSAN

MAHASISWA D3 TKJ KABUPATEN BATANG

TAHUN AKADEMIK 2006 / 2007

Koordinator Monitoring

1. ICT Centre Kabupaten Batang : Drs. Kardiyono

2. Dinas Pendidikan Kabupaten Batang : Bambang SS, SH. MSi

3. STMIK Widya Pratama Pekalongan : Edy Priyadi

Ketua ( Penanggungjawab Umum) : Guruh Sanegoro

Wakil Ketua : Eko Septianto Raharjo

Sekretaris : Mardanu Susilo

Bendahara : A. Fandi Susanto

Penanggungjawab Website : Irwan Setiawan

Penanggungjawab Mailserver : Ighowati

Penanggungjawab Jaringan, LAN dan WAN : Eko Septianto Raharjo

Penanggungjawab Dapodik & Permagangan : A. Fandi Susanto

Penanggungjawab Diklat : Daniel Kosim

Penanggungjawab Internet & Intranet : Agus Styono

Penanggungjawab Milis / Laporan & YM : Mardanu Susilo

Penanggungjawab Hardwere : Elul Ambika Putra

Penanggungjawab Softwere : Miftakhul Hadi

Penanggungjawab Client ICT

1. SMP Negeri 1 Batang : Milawati Kartini
2. SMP Negeri 5 Batang : Ighowati
3. SMP Negeri 8 Batang : Nur Arofa Fitriyani
4. SMA Negeri 1 Batang : Miftakhul Hadi
5. SMA Negeri 2 Batang : Dedy Harnanto
6. SMK Negeri 1 Batang : Mardanu Susilo
7. SMK Negeri 1 Tulis : Tugiyono
8. SMK Bhakti Praja Batang : Fairoh
9. SMK PGRI Batang : Daniel Kosim

Penanggungjawab Calon Client ICT

1. SMP Negeri 2 Batang : Triasih
2. SMP Negeri 6 Batang : Susemi
3. SMP Negeri 7 Batang : Mulojoko
4. SMP Negeri 1 Tulis : Intong Bhekti
5. SMP Negeri 2 Subah : Abdul Muttaqin
6. SMA Bhakti Praja Batang : Elul Ambika Putra

Kelompok Belajar
Kelompok 1

1. Guruh S
2. A. Fandi Susanto
3. Agus Styono
4. Eko Septianto R

Kelompok 2

1. Triasih
2. Elul Ambika P
3. Intong Bekti
4. Mulojoko

Kelompok 3

1. Susemi
2. Nur Arofa Fitriyani
3. Fairoh
4. Milawati Kartini

Kelompok 4

1. Mardanu Susilo
2. Irwan Setiawan
3. Tugiyono
4. Abdul Muttaqin

Kelompok 5

1. Daniel Kosim
2. Ighowati
3. Dedy Harnanto
4. Miftakhul Hadi

posted by Akhmad Fandy Susanto

Budidaya Rosella

a. Persemaian
SebeLum disemaikan, biji direndam seLama satu hari satu malam LaLu dipilih yang tenggeLam dengan bentuk butiran - butiran yang baik. Biji dapat Langsung disemaikan pada Lahan persemaian yang sudah dioLah dan diairi. SeteLah tumbuh maka bisa Langsung dipindah ke ke poLybag ataupun menunggu cukup besar untuk Langsung dipindah ke Lahan produksi..

b. Persiapan Lahan
Persiapan lahan dilakukan dengan pembajakan tanah secara membujur dan meLintang. Tanah dicampur pupuk dasar berupa pupuk kandang, Lahan diLarik dengan jarak antar Larik 1,5 m.
c. Penanaman
Untuk Lahan yang Langsung dari biji makan penanaman diLakukan dengan ditugaL tiap Lubang tanam diisi 2-3 biji. Sedangkan untuk penanaman bibit yang telah disemaikan di polybag maka setiap Lubang tanam diisi dengan 1-2 bibit.
d. Pemupukan
Pemupukan pada Lahan sebelum tanam dengan pupuk kandang, sedangkan pada umur 3 dan 7-8 minggu seteLah tanam dipupuk Urea sebanyak 30-40 gram tiap tanaman.
e. Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang paling banyak menyerang roseLLe adaLah hama kutu daun dan penyakit Phytopthora. Penanganannya adaLah dengan penyemprotan obat anti kutu ataupun berbagai jenis pestisida yang dijuaL bebas di toko-toko pertanian.
f. Pemeliharaan
SeLama pertumbuhan tanaman perLu diwaspadi keberadaan guLma yang akan berdampak negatif, oLeh karena itu diLakukan penyiangan dengan frekuensi sesuai kondisi Lahan.
g. Panen
Tanaman roseLLe mulai menghasiLkan bunga pada umur 120 hari dan dapat dipanen secara terus-menerus daLam jangka waktu 3 buLan sebeLum akhirnya diganti dengan bibit baru. Per batang tanaman roseLLe dapat menghasilkan 1,5 kg bunga basah. Pemanenan menggunakan gunting untuk memotong tangkai bunga, kemudian diLakukan pemisahan biji. Untuk rendemennya daLam bentuk kering 10% sesudah dijemur di bawah terik matahari seLama 3-5 hari, yang akhrinya siap digunakan konsumsi pribadi ataupun dikemas untuk tujuan komersiaL.
h. Produksi
Produksi tanaman roseLLe daLam keadaan normaL setiap hektar mampu menghasiLkan 2-3 ton keLopak bunga segar tanpa biji atau setara dengan 200-375 kg keLopak bunga kering.
Kandungan gizi keLopak bunga segar tiap 100 gram adaLah sebagai berikut:
- Protein 1,145 gr
- Lemak 2,61 gr
- Serat 12 gr
- KaLsium 1,263 gr
- Fosfor 273.2 mg
- Zat besi 8,98 mg
- MaLic Acid 3,31 %
- Fruktosa 0,82 %
- Sukrosa 0,24 %
- Karotin 0,029 %
- Tiamin 0,117 mg
- Niasin 3,765 mg
- Vitamin C 244,4 mg

16 Januari 2008

Penghalang-Penghalang Dalam Menuntut Ilmu

Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Tidak diragukan lagi kedudukan orang yang berilmu disisi Allah adalah lebih tinggi beberapa derajat. Hanya orang-orang yang berilmu & berakal lah manusia dapat memahami kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta beserta segala isinya.

Demikian mulia kedudukan orang yang berilmu sehingga Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadist :
“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yangmengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telahmendapatkan bagian yang paling banyak.1
Siapa sich orang yang ga mau di doakan oleh malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi?? Sungguh hal tersebut adalah suatu kemuliaan yang besar.
Seperti kata pepatah “No pain, no gain” (tidak ada yang akan kita dapatkan tanpa pengorbanan), maka untuk mencapai kemuliaan yang bernama ilmu itu pasti ada tantangan yang harus kita hadapi..
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menghalangi sampainya kemuliaan ilmu kepada seseorang :
1. Niat yang rusak
Niat adalah dasar dan rukun amal. Apabila niat itu rusak maka rusaklah seluruh amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah “Amal itu tergantug niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan…”2)
Imam Malik bin Dinar (wafat th.130 H) rahimahullah mengatakan,”Barangsiapa mencari ilmu bukan karena Allah Ta’ala maka ilmu itu akan menolaknya hingga ia dicari hanya karena Allah.”
2. Ingin Terkenal dan Ingin Tampil
Coba kita ingat mungkin terkadang saat kita belajar terbersit di hati kita “Supaya jadi rangking 1 atau jadi juara umum dan dikenal orang?? Ya, ingin terkenal dan ingin tampil adalah penyakit kronik. Tidak seorang pun yang bisa selamat darinya kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Hal itu lebih dikeal dengan sebutan riya. Rasulullah sangat mengkhawatirkan adanya penykit ini pada umatnya. Karena seringkali penyakit itu halus hingga muncul tanpa kita sadari, hingga Rasulullah mengibaratkan bahwa penyakit riya itu seperti semut hitam, di batu hitam pada malam yang gelap. Nah lho, bayangin hampir ga keliatan khan?? So, be careful…
Rasulullah bersabda,”….sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi.”3
Mahmud bin Ar-Rabi berkata : “syahwat yang tersembunyi maksudnya adalah seseorang ingin / senang apabila kebaikannya dipuji oleh orang lain. Hendaknya kita behati-hati terhadap penyakit ini, karena Allah memperingatkan dalam sebuah hadist yang diampaikan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassallam :
“Barangsiapa yang menyiarkan amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan banrangsiapa yang beramal karena riya maka Allah akanmembuka niatnya di hadapan manusia pada hari kiamat.”4 Naudzubillahi mindzalik.
3. Lalai Menghadiri Majelis Ilmu
Jika kita tidak memanfaatkan majelis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang disampaikan, niscaya kita akan gigit jari sepenuh penyesalan. Kalau kebaikan yang ada di majelis ilmu hanya berupa ketenangan dan rahmat Allah yang meliputi mereka, maka dua alasan itu saja seharusnya sudah cukup sebagai pendorong untuk menghadirinya. Apalagi jika seseorang mengetahui bahwa orang yang menghadiri majelis ilmu –insyaAllah- mendapatkan dua keberuntungan, yaitu ilmu yang bermanfaat dan ganjaran pahala di akhirat??!
4. Beralasan dengan banyaknya kesibukan
Alasan ini sewringkali dijadikan syaitan sebagai alasan menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Coba dihitung, Allah memberikan kita 24 jam, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirahat, masih sisa 8 jam lagi… apa yang selama ini telah kita lakukan untuk memanfaatkan sisa waktu itu???
5. Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil.
Allah Ta’ala berfirman : ”Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya kematian.” (QS.Al-Hijr : 99)
Karena itu, mari kita semua para remaja, maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, kita bertaubat pada Allah Ta’ala atas apa yang telah luput dan berlalu. Sekarang, kita mulai menuntut ilmu, menghadiri majelis ta’lim, belajar dengan benar dan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.
Ketika ditanya pada Imam Ahmad, ”Sampai kapankah seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab ”sampai meninggal dunia.”
6. Bosan dalam menuntut ilmu
Diantara penghalang menuntut ilmu adalah merasa bosan dan beralasan dengan berkonsentrasi mengikuti peristiwa yang sedang terjadi. Ilmu yang kita cari seharusnya mendorong kita untuk mengetahui keadaan kita sendiri. Kita tidak akan bisa mengatasi berbagai masalah dan musibah yang menimpa kecuali dengan meletakkannya pada timbangan syariat. Seorang penyair mengatakan : ” Syariat adalah timbangan semua permasalahan dan saksi ata akar masalah dan pokoknya”5
Bosan itu adalah penyakit. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada obatnya. Tidaklah musibah terjadi melainkan ada penyelesaiannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, kita harus melawan rasa bosan yang terkadang timbul saat kita belajar. Belajarlah sampai Anda mendapatkan nikmatnya ilmu.
7. Menilai Baik Diri Sendiri
Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang apabila mendengar oranglain memujinya.
Allah TA’ala berfirman : ”Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)
8. Tidak Mengamalkan Ilmu
Tidak Mengamalkan Ilmu merupakan salah satu sebab hilangnya keberkahan ilmu. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan ini dalam firmanNya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan (QS.Ash-Shaff : 3)
9. Putus Asa dan Rendah Diri
Allah berfirman : “Dan Allah mengeluarkankamu dari perut ibumu dlam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan danhati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)
Putus Asa dan Rendah Diri adalah salah satu penghalang ilmu. Semua manusia dicptakan dalam keadaan sama yang tidak mengetahui sesuatupun. Jangan merasa rendah diri dengan lemahnya kemampuan menghapal, lambat membaca atau cepat lupa.
Selain itumenjauhi maksiat adalah sebab paling utama dalammenguatkan hapalan dan memperoleh ilmu.
10. Terbiasa Menunda-Nunda
Yusuf bin Asbath rahimahullah mengatakan : ”Muhammad bin samurah pernah menulis surat kepadaku sebagai berikut : ” Wahai saudaraku janganlah sifat menunda-nunda menguasai jiwamu dan tertanam di hatimu karena ia membuat lesu an merusak hati. Ia memendekkan umur kita, sedangkan ajal segera tiba… Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu! Ingatlah apa yang telah engkau kerjakan, engkau sepelekan, engkau sia-siakan, engkau hasilkan dan apa yang telah engkau lakukan. Sungguh semua itu akan dicatat dan dihisab sehingga seolah-olah engkau terkejut dengannya dan engkau sadar dengan apa yang telah engkau lakukan, atau menyesali apa yang telah engkau sia-siakan.”6
11. Belajar kepada Ahlul Bid’ah
Seorang penuntut ilmu tidak boleh belajar pada ahlul bid’ah karena ahlul bid’ah merasa ridha terhadap sesuatu yang menyelisishi agama Allah, seolah-olah ia mengatakan bahwa Allah Ta’ala belum menyempurnakan agama ini dan Rasulullah belum menyampaikan seluruh risalah.
12. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu.
Seorang penuntut ilmu tidak boleh tergesa-gesa dalam usahanya memperoleh ilmu, karena belajar adalah proses seumur hidup. Terutama yang berkaitan dalam masalah agama tidak cukup dilakukan dlam waktu satu atau dua tahun belajar.
Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah mengatakan,”Ilmu tidak bisa diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan”
Imam Ibnu Madini rahimahullah mengatakan,”Dikatakan kepada Imam As-Sya’bi ’Darimana Anda peroleh semua ilmu ini?’ Beliau menjawab,’Dengan tidak bergantung pada manusia, menjelajahi berbagai negeri, bersabar seperti sabarnya benda mati, dan berpagi-pagi mencarinya seperti pagi-paginya burung gagak.”
Disarikan dari : Menuntut Ilmu Jalan Menuju Syurga, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka At-Takwa : 1428 H)
Catatan Kaki:
1. Hadist Shahih, diriwayatkan oleh ahmad, abu Dawud, attirmidzi, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban [↩]
2. hadist shahih riwayat Al-Bukhari [↩]
3. hadist shahih riwayat Thabrani [↩]
4. HR.Bukhari-shahih [↩]
5. Ishlaahul Masaajid minal Bida’ wal Awaa’id hal.110, karya al-Allamah Muhammad bin Jamaluddin al-Qasimi rahimahullah [↩]
6. dari Iqtida al-Ilmi al’amal [↩]